Bagaimana Brand Lokal Bisa Menang Lawan Produk Impor

Di era digital dan e-commerce yang semakin maju, brand lokal Indonesia menghadapi tantangan besar: produk impor yang masuk dengan harga kompetitif, ragam pilihan, dan terkadang “tarikan” merek luar negeri. Namun sisi positifnya: konsumen Indonesia juga makin menyadari, dan mempunyai preferensi terhadap produk dalam negeri.
Survei menunjukkan bahwa sekitar 87 % konsumen lebih suka membeli merek dalam negeri dibanding merek luar. Katadata Selain itu, riset terbaru menunjukkan bahwa brand lokal aktif memanfaatkan e-commerce untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Lifestyle Kontan+2bola.com+2
Pertanyaannya: bagaimana brand lokal bisa memanfaatkan momentum ini dan membangun strategi agar menang lawan produk impor? Artikel ini akan mengulas peluang, tantangan, serta 5 strategi utama yang bisa diterapkan.


Peluang untuk Brand Lokal

  1. Preferensi konsumen terhadap produk lokal
    • Survei dari Katadata menemukan bahwa 87,2 % responden menyatakan lebih suka membeli merek dalam negeri. Katadata
    • Survei GoodStats menyebut bahwa 85 % responden lebih suka produk lokal karena harga lebih terjangkau dan karena kebanggaan. GoodStats
    • Riset Ipsos 2025 menunjukkan bahwa 66 % UMKM/brand lokal merasakan bahwa e-commerce membantu memperluas jangkauan mereka. Lifestyle Kontan+1
  2. E-commerce sebagai platform pemberdayaan
    • E-commerce besar memberikan akses ke pasar nasional sekaligus fitur-pendukung: gratis ongkir, program kampanye, promosi brand lokal. Lifestyle Kontan+1
    • Brand lokal dapat menjangkau konsumen dari kota besar hingga daerah-terpencil dengan biaya relatif lebih rendah.
  3. Kualifikasi merek lokal yang makin membaik
    • Di kategori kecantikan, misalnya: data menunjukkan brand lokal menguasai jumlah produk dan nilai penjualan jauh lebih besar dibanding brand global di e-commerce untuk pasar Indonesia. Compas
    • Sedikit demi sedikit, kualitas dan kepercayaan terhadap brand lokal tumbuh.

Baca Juga: Algoritma Meta Ads Terbaru: Konten Kini Jadi Penentu Utama Audiens Iklan


Tantangan Utama yang Dihadapi Brand Lokal

  1. Persaingan harga dari produk impor
    • Produk impor dari Tiongkok dan negara lain sering masuk dengan harga lebih rendah, terkadang margin lokal menjadi tertekan. Liputan6
    • Ada laporan bahwa banyak produk impor atau dijual melalui e-commerce yang kompetitif secara harga namun bisa “menciptakan persaingan tidak sehat”. jurnal.stialan.ac.id+1
  2. Citra dan branding yang belum optimal
    • Meskipun banyak konsumen lebih suka produk lokal, masih banyak brand lokal yang belum berhasil membangun citra kuat, terutama di segmen menengah-atas atau produk teknologi. kontan.co.id
    • Beberapa brand lokal bahkan ditiru atau dijiplak oleh produk impor dengan harga lebih murah. Liputan6
  3. Distribusi, logistik, dan kanal pemasaran yang belum maksimal
    • Banyak UMKM lokal masih kesulitan mengelola supply chain, logistik, dan pemasaran digital secara optimal. Biskom
    • Produk impor kadang punya skala produksi yang lebih besar sehingga bisa efisiensi biaya, sementara produksi lokal masih bersifat terbatas.

Strategi Agar Brand Lokal “Menang”

Berikut beberapa strategi yang bisa brand lokal aplikasikan agar bisa bersaing lebih efektif dengan produk impor:

1. Fokus pada nilai unik (unique value proposition)

Brand lokal harus punya sesuatu yang membedakan: bisa dari aspek desain, cerita produk, bahan baku lokal, atau keberlanjutan lingkungan. Konsumen kini tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli cerita dan nilai.
Contoh: Menggunakan bahan ramah lingkungan, atau menonjolkan bahwa produk dibuat oleh tenaga kerja lokal, atau keunikan budaya lokal.

Baca Juga: 7 Tips Mengatasi Prospek WhatsApp dari Meta Ads yang Sering Ngilang

2. Bangun citra dan kepercayaan kuat melalui branding

  • Investasi dalam kualitas visual, kemasan, serta testimoni konsumen untuk membangun persepsi bahwa produk lokal memiliki kualitas yang bagus.
  • Menggunakan kanal digital (media sosial, influencer lokal, livestreaming) untuk meningkatkan visibilitas dan engagement.
  • Brand lokal bisa menonjolkan “made in Indonesia” sebagai bagian dari identitas.

3. Optimalisasi kanal e-commerce dan marketplace

  • Manfaatkan program dan fitur-fenomena di e-commerce untuk brand lokal (flash sale, kampanye “Pilih Lokal”, affiliate program). Misalnya, platform seperti Shopee mencatat bahwa 93 % penjualan di platform adalah produk lokal. Katadata
  • Pastikan storefront atau toko online memiliki foto produk yang bagus, deskripsi jelas, dan layanan pelanggan yang responsif.
  • Gunakan fitur gratis ongkir, bundling produk, atau promosi untuk meningkatkan daya tarik.

4. Harga dan margin yang kompetitif namun tetap sehat

  • Meskipun produk impor menawarkan harga lebih rendah, brand lokal bisa bersaing dengan efisiensi biaya produksi, atau menawarkan keunggulan tambahan yang tidak bisa ditiru mudah oleh produk impor.
  • Pertimbangkan strategi bundling, membership, atau loyalitas agar nilai per transaksi meningkat.
  • Lakukan riset harga pesaing agar bisa menentukan harga yang kompetitif tetapi tidak merugikan margin.

5. Manfaatkan regulasi, ekosistem lokal, dan ekspor

  • Gunakan kebanggaan produk lokal sebagai nilai jual: konsumen Indonesia punya preferensi terhadap produk lokal.
  • Pelajari regulasi impor dan ekspor, mungkin ada peluang untuk ekspansi ke pasar luar negeri.
  • Bangun kolaborasi dengan UMKM lain atau komunitas lokal untuk memperkuat brand ecosystem.

Kesimpulan

Brand lokal Indonesia saat ini memiliki peluang besar untuk bersaing dan memenangkan hati konsumen di tengah arus produk impor. Dengan preferensi konsumen yang semakin mendukung produk dalam negeri, serta kemajuan e-commerce sebagai kanal distribusi, saat ini adalah momentum yang tepat untuk bertindak.

Namun, keberhasilan tidak datang secara instan. Diperlukan strategi yang terencana: dari membangun nilai unik, menguatkan branding, memanfaatkan platform e-commerce, mengatur harga dengan bijak, sampai memaksimalkan ekosistem lokal. Brand-lokal yang mampu menggabungkan semua aspek ini akan memiliki keunggulan untuk “menang” lawan produk impor.

Bagi Anda sebagai pemilik atau pengelola brand lokal, sekaranglah waktu yang tepat untuk menyusun langkah nyata, memasang target, dan mulai eksekusi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top