7 Tips Jitu Mengoptimalkan Shopee Ads untuk UMKM di 2025

Tahun 2025 menjadi era yang semakin kompetitif bagi UMKM di marketplace, terutama di Shopee. Dengan jutaan produk yang bersaing setiap harinya, penjual dituntut untuk tidak hanya memiliki produk yang bagus, tetapi juga strategi pemasaran yang efektif. Salah satu senjata paling ampuh adalah Shopee Ads, fitur iklan berbayar yang memungkinkan produk tampil lebih menonjol di hasil pencarian maupun halaman produk kompetitor.

Namun, tidak sedikit UMKM yang merasa bahwa Shopee Ads justru membuang banyak biaya tanpa hasil signifikan. Masalah utamanya bukan pada platform iklan, tetapi pada strategi yang digunakan. Dengan pendekatan yang tepat, Shopee Ads justru bisa menjadi investasi menguntungkan dan membantu UMKM meningkatkan omzet secara berkelanjutan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 7 tips jitu mengoptimalkan Shopee Ads di 2025 agar UMKM bisa bersaing dengan cerdas, hemat biaya, dan tetap meraih penjualan besar.


1. Tentukan Produk Unggulan Sebelum Beriklan

Kesalahan paling umum yang dilakukan UMKM adalah mencoba mengiklankan terlalu banyak produk sekaligus. Padahal, setiap iklan membutuhkan biaya, dan tidak semua produk memiliki tingkat penjualan yang sama.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih produk unggulan. Produk unggulan bisa dilihat dari:

  • Produk dengan margin keuntungan besar.
  • Produk dengan tingkat penjualan yang stabil.
  • Produk yang banyak dicari sesuai tren.

Misalnya, jika Anda menjual 50 jenis fashion, jangan iklankan semuanya. Fokuslah pada 5–10 produk yang terbukti laku keras atau sedang tren. Dengan cara ini, iklan lebih cepat menghasilkan konversi dan biaya iklan bisa kembali (ROAS positif).

Baca Juga: Strategi Digital Marketing Hemat Budget untuk UMKM di 2025


2. Gunakan Kata Kunci yang Tepat dan Spesifik

Shopee Ads bekerja dengan sistem keyword bidding. Banyak UMKM hanya menggunakan kata kunci populer seperti “sepatu wanita” atau “tas pria”. Masalahnya, kata kunci populer ini kompetitif dan mahal.

Solusinya adalah menggunakan kombinasi:

  • Kata kunci populer: Menjangkau audiens luas.
  • Kata kunci long-tail: Lebih spesifik, misalnya “sepatu sneakers wanita putih murah” atau “tas selempang pria kulit asli”.

Kata kunci long-tail biasanya lebih murah dan lebih tepat sasaran karena pembeli yang mencari sudah lebih siap untuk membeli.

Contoh nyata:
Jika hanya menggunakan kata kunci “sepatu wanita”, biaya per klik (CPC) bisa mencapai Rp1.500. Tetapi jika menggunakan “sepatu sneakers putih wanita murah”, CPC mungkin hanya Rp700, dengan konversi yang lebih tinggi.


3. Manfaatkan Fitur Targeting untuk Audiens yang Tepat

Shopee Ads menawarkan beberapa pilihan targeting yang bisa disesuaikan, mulai dari minat, demografi, hingga lokasi. Bagi UMKM, ini sangat penting untuk menghindari pemborosan.

Tips dalam targeting:

  • Pilih audiens yang sesuai dengan produk. Jika menjual skincare, targetkan perempuan usia 18–35 tahun.
  • Gunakan lokasi strategis. Untuk produk yang berat (misalnya furniture), targetkan kota-kota tertentu agar ongkos kirim tidak terlalu tinggi.
  • Uji coba beberapa kombinasi. Jangan takut melakukan split test targeting untuk melihat mana yang paling efektif.

Dengan targeting yang tepat, iklan tidak hanya menjangkau banyak orang, tetapi juga orang yang kemungkinan besar membeli.

Baca Juga: Kenapa Live Shopping Jadi Tren Besar di 2025 dan Bagaimana UMKM Bisa Ikut Meraih Keuntungan


4. Perhatikan Waktu Penayangan Iklan

Banyak UMKM menyalakan iklan Shopee selama 24 jam penuh. Padahal, tidak semua jam efektif untuk belanja online. Membiarkan iklan berjalan nonstop hanya akan membuang anggaran.

Lakukan analisis waktu dengan melihat laporan Shopee Ads. Biasanya, jam efektif belanja adalah:

  • Siang hari (11.00–13.00) saat orang istirahat makan siang.
  • Malam hari (19.00–23.00) saat orang lebih santai browsing.
  • Akhir pekan, terutama Sabtu malam.

Dengan menjadwalkan iklan di jam-jam ramai ini, biaya iklan bisa lebih efisien dan peluang penjualan lebih besar.


5. Gunakan Iklan Produk Serupa (Product Targeting)

Salah satu fitur yang sering diabaikan UMKM adalah Product Targeting Ads, yaitu iklan yang muncul di halaman produk kompetitor.

Contoh: Jika Anda menjual “serum wajah”, iklan Anda bisa muncul di bawah produk “serum wajah” milik brand lain yang sudah terkenal. Dengan begitu, pembeli yang sudah siap membeli produk serupa akan melihat pilihan Anda sebagai alternatif.

Tips:

  • Targetkan produk dengan rating bagus tetapi harga lebih tinggi. Jika produk Anda lebih murah, pembeli bisa beralih.
  • Targetkan produk dengan stok terbatas. Jika kompetitor kehabisan stok, pembeli bisa memilih produk Anda.

6. Optimalkan Gambar, Judul, dan Deskripsi Produk

Iklan hanya berfungsi untuk menarik klik. Setelah pembeli masuk ke halaman produk, yang menentukan pembelian adalah konten produk Anda.

Pastikan:

  • Gambar produk berkualitas tinggi dengan pencahayaan jelas.
  • Judul produk mengandung kata kunci utama dan menjelaskan keunggulan. Contoh: “Sepatu Sneakers Wanita Putih – Nyaman, Ringan, Anti Slip”.
  • Deskripsi detail dan persuasif, termasuk ukuran, bahan, manfaat, serta keunggulan dibanding kompetitor.

Jika halaman produk tidak menarik, iklan sebesar apa pun tidak akan menghasilkan penjualan.

Baca Juga: E-commerce Indonesia 2025: Tantangan Baru UMKM dengan Kebijakan Pajak Digital


7. Monitor, Analisis, dan Evaluasi Secara Berkala

Shopee Ads menyediakan laporan performa detail. Sayangnya, banyak UMKM membiarkan iklan jalan tanpa pernah mengevaluasi.

Hal yang harus dilakukan:

  • Cek laporan mingguan. Lihat produk atau kata kunci mana yang menghasilkan penjualan.
  • Hentikan iklan yang boros. Jangan buang uang untuk kata kunci dengan banyak klik tapi tanpa pembelian.
  • Tingkatkan budget pada iklan yang untung. Fokus pada kampanye dengan ROAS positif.

Dengan evaluasi rutin, iklan Anda akan semakin efisien dan menghasilkan keuntungan stabil.


Studi Kasus Sederhana

Sebuah toko UMKM fashion wanita menjalankan Shopee Ads dengan 20 produk sekaligus. Dalam sebulan, biaya iklan Rp5 juta tetapi penjualan tidak naik signifikan. Setelah dianalisis, hanya 4 produk yang memberikan konversi.

Di bulan berikutnya, mereka fokus hanya pada 4 produk tersebut, menggunakan kata kunci long-tail, menjadwalkan iklan di jam ramai, dan mengoptimalkan gambar produk. Hasilnya, dengan biaya iklan Rp2,5 juta, omzet naik 40%.

Kesimpulannya, strategi lebih penting daripada sekadar memperbesar budget iklan.


Kesimpulan

Shopee Ads adalah alat yang sangat efektif bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan di 2025, asalkan digunakan dengan strategi yang tepat. Dengan memilih produk unggulan, menggunakan kata kunci spesifik, memanfaatkan fitur targeting, menjadwalkan iklan dengan bijak, mengoptimalkan konten produk, serta melakukan evaluasi rutin, UMKM bisa memaksimalkan hasil iklan tanpa harus menghabiskan anggaran berlebihan.

Di era kompetisi marketplace yang semakin ketat, UMKM yang mampu menggunakan Shopee Ads secara cerdas akan lebih unggul dibandingkan pesaing. Ingat, iklan bukan soal siapa yang keluar biaya paling banyak, tetapi siapa yang paling efektif dalam memanfaatkan setiap rupiah untuk mendatangkan pembeli.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top