
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Perubahan perilaku konsumen, regulasi baru, serta semakin canggihnya teknologi membuat UMKM harus gesit beradaptasi. Banyak pelaku usaha kecil yang kewalahan mengikuti tren, padahal kunci untuk tetap bertahan ada pada strategi sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari.
Artikel ini akan membagikan 7 tips praktis yang bisa langsung diaplikasikan UMKM agar tetap relevan, kompetitif, dan terus tumbuh di era digital 2025.
1. Kuasai Media Sosial, Pilih yang Tepat
Tidak semua platform media sosial cocok untuk semua bisnis. UMKM perlu fokus pada platform yang paling banyak digunakan target konsumen.
- Produk fashion atau kecantikan lebih cocok di TikTok dan Instagram.
- Produk perlengkapan rumah tangga bisa dioptimalkan di Shopee Live atau Facebook Marketplace.
- Produk jasa, kursus, atau B2B lebih relevan di LinkedIn.
Tips:
Mulailah dengan satu hingga dua platform, lalu fokus pada konsistensi posting, interaksi dengan pelanggan, dan pemanfaatan fitur iklan.
2. Optimalkan WhatsApp Business
Di Indonesia, WhatsApp bukan sekadar aplikasi chat, tapi juga alat transaksi. Dengan WhatsApp Business, UMKM bisa membuat katalog produk, auto-reply, hingga label pelanggan.
Strategi yang bisa dilakukan:
- Buat katalog produk dengan foto jelas.
- Siapkan balasan otomatis untuk pertanyaan umum.
- Segmentasi pelanggan dengan label: misalnya “baru”, “potensial”, “repeat order”.
Dengan begitu, komunikasi jadi lebih cepat, rapi, dan meningkatkan peluang closing.
3. Manfaatkan Live Shopping
Tahun 2025, live shopping menjadi tren besar karena konsumen ingin melihat produk secara real-time. UMKM bisa memanfaatkan fitur ini untuk membangun kepercayaan.
Tips sukses live shopping:
- Siapkan pencahayaan dan suara yang jelas.
- Lakukan interaksi dua arah (jawab pertanyaan penonton secara langsung).
- Berikan promo khusus hanya untuk penonton live.
4. Gunakan Foto & Video Berkualitas
Konsumen zaman sekarang sangat visual. Foto buram atau video seadanya membuat calon pembeli ragu. UMKM tidak perlu kamera mahal, cukup gunakan smartphone dengan lighting yang baik.
Tips praktis:
- Gunakan cahaya alami (dekat jendela).
- Pakai background polos untuk menonjolkan produk.
- Edit sederhana dengan aplikasi gratis seperti Canva atau CapCut.
Baca Juga: Strategi UMKM Menghadapi Persaingan E-commerce Global di 2025
5. Terapkan Customer Service yang Humanis
Banyak UMKM kehilangan pelanggan bukan karena harga, tetapi karena pelayanan yang buruk.
Tips pelayanan humanis:
- Balas pesan dengan cepat.
- Sapa pelanggan dengan nama mereka.
- Tawarkan solusi jika ada masalah, bukan sekadar meminta maaf.
Pelanggan yang merasa dihargai akan lebih loyal, bahkan sering merekomendasikan ke orang lain.
6. Catat Keuangan Secara Digital
Kesalahan umum UMKM adalah mencampur uang pribadi dan bisnis. Padahal, sekarang banyak aplikasi pencatatan keuangan gratis yang bisa membantu.
Manfaatnya:
- Mudah mengetahui untung-rugi.
- Lebih siap jika ingin mengajukan pinjaman usaha.
- Membantu mengatur strategi harga dan promo.
Baca Juga: Revolusi AI Generatif dalam Digital Marketing 2025: Tantangan dan Peluang bagi UMKM
7. Ikuti Tren, Tapi Jangan Kehilangan Identitas
Mengikuti tren penting, tetapi jangan sampai UMKM kehilangan ciri khas. Konsumen menyukai brand yang punya identitas kuat.
Contoh:
- Produk makanan bisa menonjolkan kearifan lokal.
- Produk fashion bisa punya signature style atau motif tertentu.
- Produk jasa bisa dikenal karena pelayanan personal yang unik.
Dengan identitas yang kuat, bisnis akan lebih mudah diingat meski tren berganti.
Kesimpulan
UMKM yang ingin bertahan dan sukses di 2025 harus adaptif, kreatif, dan tetap dekat dengan pelanggan. Dari menguasai media sosial, menggunakan WhatsApp Business, hingga memanfaatkan live shopping—semua tips di atas bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Kuncinya ada pada konsistensi dan fokus pada kualitas pelayanan. Dengan strategi yang tepat, UMKM tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga berkembang menjadi brand yang lebih besar.





